Kolonialisme Eropa di Jalur Rempah, Bikin Komunitas Nusantara dan Filipina 「Weide app」Cerai

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bandar judi utama eropa

Khususnya yang dilewati jalur perdagangan rempah utara-selatan atau pun timur-barat pada masa pra-kolonialisme.

Tujuannya tak lain untuk mencapai agenda kolonialisme yang mereka bawa.

Maka dari itu Spanyol kala itu memutuskan untuk memotong dan menghancurkan koneksi antara Filipina dengan Indonesia dan China.



KOMPAS.com – Wilayah di Asia Tenggara punya persaingan kuat satu sama lain dalam hal perdagangan rempah.

Pertama mereka menaklukan Mindoro pada 1570 untuk memberikan akses bebas ke Manila.

“Mungkin ini tidak terlalu ditekankan di catatan sejarah, tapi apa yang sebenarnya dilakukan Spanyol kala itu adalah memotong dan mengambil untung dari jaringan perdagangan Islam yang mereka lihat ketika sampai di Asia Tenggara,” kata Ariel C. Lopez, Ph.D., dari Asian Center, University of the Philipines.

Baca juga: Sejarah Jalur Rempah di Indonesia, Pengaruh Angin Monsun

Baca juga: Filipina Berperan Penting pada Jalur Rempah Nusantara, Terutama 4 Daerah Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Titik yang diserang Spanyol ketika ingin melakukan monopoli rempah di jalur rempah Utara-Selatan

Ariel menjelaskan, hal pertama yang dilakukan oleh Spanyol adalah menaklukan wilayah-wilayah Islam dengan pelabuhan komersial besar di jalur perdagangan rempah.

Ariel adalah salah satu pembicara dalam webinar International Forum on Spice Route 2020 sesi Spice Route: A Southeast Asian Perspective, Selasa (22/9/2020).

Namun kondisi tersebut berubah setelah Eropa yang diawali Portugis dan Spanyol sampai ke Asia Tenggara pada abad ke-16.