Sejarah Kebuda「AG Baccarat」yaan Sa

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bandar judi utama eropa

BAG BaccarataG Baccarataca juga: Sejarah Krisis di Mesir (2011)

Baca juga: Sejarah Kebudayaan Dongson

KOMPAS.com - Sa-AG Baccarathuynh adalah sebuah kebudayaan purba yang dihasilkan oleh bangsa Austronesia di kawasan Vietnam Selatan.

Hasil kebudayaan Sa-Huynh memiliki karakteristik yang berbeda dengan hasil kebudayaan bangsa lain di kawasan Asia Tenggara pada masa itu. Perbedaan karakteristik dapat kita lihat melalui hiasan, teknik pembuatan serta bentuknya.

Pengaruh kebudayaan Sa-Huynh di Indonesia sudah mulai ada sejak masa Neolithikum. Hal tersebut dapat kita ketahui dari penemuan tembikar di beberapa situs arkeologis Indonesia, seperti Serpong (Jawa Barat), Kendeng Lembu (Jawa Timur), Minanga Sipakko (Sulawesi Barat).

Tembikar-tembikar purba di situs arkeologis Indonesia menunjukkan beberapa kesamaan dalam hal motif hiasan, bentuk dan cara pembuatan dengan hasil kebudayaan Sa-Huynh.

Tembikar sebagai salah satu unsur budaya manusia mampu merepresentasikan kehidupan manusia pada masa tersebut. Melalui tembikar, kita bisa mengerti tingkat kebutuhan dan bagaimana upaya pemenuhan kebutuhan dari sebuah peradaban.

Pada tahun 1909, di situs purbakala Sa-Huynh terdapat penemuan 200 tempayan (bejana) kubur yang ditempatkan secara berkelompok.

Baca juga: Sejarah Konflik di Kamboja (1955-1979)

Selain itu, ditemukan pula bekal kubur seperti manik-manik, kapak, gelas, wadah belanga, gelang, perunggu dan berbagai macam perhiasan lainnya.

Dalam teknik gores, pembuatan motif menggunakan alat yang tajam dan ujungnya bermata tunggal. Sedangkan dalam teknik tekan, pembuatan motif dilakukan dengan menggunakan cangkang kerang.

Hal tersebut menunjukkan adanya interaksi budaya antara masyarakat Sa-Huynh dengan penduduk Indonesia pada masa itu.

Situs Sa-Huynh merupakan situs penguburan tertua di Asia Tenggara. Berdasar tes karbon, kebudayaan Sa-Huynh eksis pada waktu yang sama dengan kebudayaan Dongson.

Karakteristik hiasan pada kebudayaan Sa-Huynh ditemukan di hampir seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Dalam buku Sa-Huynh Related Pottery in Southeast Asia (1959) karya Wilhelm Solheim, kebudayaan Sa-Huynh merupakan budaya yang berasal dari penguburan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Nama 'Sa-Huynh' diambil dari sebuah nama kampung pesisir yang terletak di sebelah selatan kota Da Nang, Vietnam. 

Dalam jurnal Ragam Hias Sa-Huynh Kalanay pada Tembikar Sulawesi Barat (2009) karya Ricky Meinson Binsar Simanjutak, terdapat lebih dari delapan motif hiasan dari tembikar Sa-Huynh yang dibuat melalui teknik gores dan teknik tekan.