Populasi Satwa Liar Global Turun 70 Persen 「Blackjack card」dalam Waktu 50 Tahun

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bandar judi utama eropa

Dalam laporan yang melacaBlackjack cardk leBlackjack cardbiBlackjack cardh dari 4000 spesies vertebrata tersebut, disebutkan jika peningkatan deforestasi serta ekspansi pertanian adalah pendorong utama dibalik penurunan rata-rata 68 persen populasi antara tahun 1970 hingga 2016.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari Science Alert, Sabtu (12/9/2020) hilangnya habitat alami yang terus-menerus juga akan meningkatkan risiko pandemi di masa depan. Tak lain tak bukan karena keberadaan manusia semakin dekat dengan heBlackjack cardWan liar.

Baca juga: Populasi Orangutan Indonesia Kritis, Bagaimana Melindunginya di Alam?

Sebagai gambaran, melansir IFL Science, beberapa populasi yang mengalami penurunan di antaranya adalah gorila dataran rendah. Jumlahnya di alam liar telah turun sekitar 87 persen antara tahun 1994 hingga 2015. Sebagian besar karena perburuan ilegal.

Perubahan hutan menjadi lahan pertahanian ini tentu sangat merugikan hewan liar yang kehilangan tempat bernaung, yang membuat satwa liar menurun dengan drastis lebih cepat di beberapa tempat.

Hasil tersebut berdasarkan dari Living Planet Report 2020, publikasi dua tahunan yang melacak populasi satwa liar di seluruh dunia yang merupakan kolaborasi antara WWF International dan Zoological Society of London.

Tak hanya itu, temuan ini pun menjadi kekhawatiran tersendiri karena kemungkinan besar akan menimbulkan konsekuensi yang tak terhitung pada kesehatan dan mata pencaharian kita.

Selain itu juga burung beo di barat daya Ghana, jumlahnya berkurang hingga 99 persen antara 1992 dan 2014, karena perdagangan burung liar dan hilangnya habitat.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Hanya Punya Lubang Angin, Bagaimana Burung Kawin?

"Tahun 2016 kita mendokumentasikan penurunan 60 persen, sekarang menjadi 70 persen. Semuan ini terjadi dalam sekejap mata," ungkap Direktur Jenderal WWF International Marco Lambertini.

KOMPAS.com - Populasi hewan, burung, dan ikan di dunia anjlok lebih dari dua pertiga dalam waktu kurang dari 50 tahun. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas berlebihan yang dilakukan oleh manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email