4 Dampak Buruk yang Bisa Dialami Man「Indonesian odds」 City Setelah Adanya Hukuman UEFA

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bandar judi utama eropa

GuInIndonesian oddsdonesian oddsardian mencatat bahwa di dokumen dan emaiIndonesian oddsl-email tersebut, pemilik Man City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dari keluarga penguasa Abu Dhabi, terungkap menyuntikkan uang pribadi melalui sponsor utama Man City, Etihad.

Man City sendiri akan menempuh jalur banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Akibat pelanggaran itu, Man City dijatuhi larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa untuk dua musim ke depan, yaitu 2020-2021 dan 2021-2022, serta didenda 30 juta euro atau sekitar Rp 445 miliar.

Baca juga: Presiden La Liga Puji Langkah UEFA Beri Hukuman kepada Man City

Sheikh Mansour ditemukan menyalurkan uang pribadi ke sponsor bernilai 67,5 juta poundsterling atau Rp 1,1 triliun per tahun tersebut yang membuat nama Etihad muncul di jersey pemain City, nama stadion, dan akademi Man City.

Penyelidikan ini ditempuh menyusul investigasi yang dimulai dari bocoran email dan dokumen yang dilakukan majalah Jerman, Der Spiegel, pada November 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

KOMPAS.com - Manchester City tengah diterpa masalah setelah dinilai melanggar peraturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan Badan Sepak Bola Eropa (UEFA).

Bahkan, salah satu surat elektronik yang dibocorkan mengungkapkan bahwa maskapai Etihad pada kenyataannya hanya membayar 8 juta poundsterling untuk menjadi sponsor City.

Sisa dana disokong langsung oleh Abu Dhabi United Group, perusahaan yang menjadi kendaraan Mansour dalam memiliki Man City.

Namun, jika banding mereka ditolak, hukuman dari UEFA diprediksi akan menimbulkan dampak negatif terhadap segala aspek di Man City.

Klub berjulukan The Citizens itu dinilai bersalah oleh Badan Kontrol Keuangan Klub-klub UEFA (CFCB) karena terbukti menggelembungkan pemasukan sponsor di dalam neraca keuangan mereka antara 2012 dan 2016.